
Daily Routines
MANFAAT KEBERAGAMAN BUDAYA
CARA MELESTARIKAN BUDAYA
- Saling menghargai dan menghormati budaya lain
- Mempelajari budaya lain
- Melaksanakan budaya dengan sungguh – sungguh
- Mengadakan karnaval / pawai budaya
- Mengadakan pentas budaya
ISTILAH ISTILAH
Puisi adalah karya sastra yang ditulis dengan bahasa
yang indah.
Ciri – ciri puisi
Ditulis dalam bentuk bait
Adanya diksi / pemilihan kata
Menggunakan majas / gaya Bahasa
Unsur Intrinsik Puisi ( unsur yang ada didalam puisi)
Tema
Diksi ( pemilihan kata)
Imajinasi
Gaya Bahasa (Majas)
Rima (kesamaan bunyi akhir)
Bunyi
Rasa
Nada ( sikap penyair kepada pembaca)
Amanat ( pesan yang disampaikan pengarang kepada
pembaca)
Unsur Ekstrinsik ( unsur yang berasal dari pegarang
Puisi)
Unsur historis ( berasal dari latar belakang apa
pengarangnya)
Unsur psikologis ( keadaan pembaca saat menulis puisi
apakah jiwanya bahagia atau tidak serta mentalnya)
Contoh Puisi
Senja yang indah
Keemasan cahaya di cakrawala
Di ufuk barat saat hari mulai senja
Terbelalak mata saat memandangnya
Keindahan dari sang maha pencipta
Sang surya bersiap untuk tenggelam
Menjemput mesra ketenangan malam
Meneguk cahaya dalam-dalam
Menyempurnakan keindahan malam
Lembayung indah
tampak kekuningan
Gradasi warna
bagaikan lukisan
Di sudut langit
yang tipis berawan
Hiasan terbesar
sepanjang zaman
Identifikasi
Jumlah baris : 12 baris
Jumlah Bait : 3
Tema : kenampakan alam
Diksi : warna senja = keemasan
Lagit = cakrawala
Sang surya = Matahari
Tempat terbenam = ujung langit
Majas
Personifikasi : meneguk cahaya dalam – dalam, Sang surya bersiap untuk tenggelam, menjemput mesra ketenangan malam
Metafora : sudut langit = tempat terbenam
Rima : aaaa
Amanat : keindahan alam saat matahari terbenam
1.
Desa / Kelurahan
Desa /
Kelurahan merupakan system pemerintahan terendah di Indonesia. Perbedaan antara desa dan kelurahan terletak pada bagaimana
menentukan pemimpinnya. Pemerintah Desa dipimpin oleh kepala desa yang
dipilih melalui PIKADES setiap 6 tahun sekali. Sedangkan untuk kelurahan
dipimpin oleh Lurah yang ditunjuk langsung oleh Bupati.
2.
Kecamatan
Kecamatan
terdiri atas beberapa desa/ kelurahan. Kecamatan dipimpin oleh seorang Camat
yang dipilih oleh Bupati. Fasilitas public tingkat kecamatan : pasar, puskesmas,
terminal, kapolsek, koramil dll.
3.
Kabupaten
Kabupaten
terdiri atas beberapa kecamatan. Kabupaten dipimpin oleh seorang Bupati yang
dipilih melalui PILKADA yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Bupati wonogiri saat
ini adalah Joko Sutopo. Fasilitas public di kabupaten : RSUD, Kapolda, Kantor
Dinas
4.
Provinsi
Provinsi terdiri
atas beberapa kabupaten / kota. Provinsi dipimpin oleh seorang Gubernur yang
dipilih melalui PILKADA setiap 5 tahun sekali.
Langkah – langkah
1.
Kerjakan dulu yang terdapat tanda
kurung / (……)
Contoh ; 2 x ( 3 + 10 ) =
= 2 x ( 13 )
= 26
2.
Kerjakan yang memiliki operasi
perkalian atau pembagian. Apabila dalam satu soal terdapat tanda operasi
perkalian dan pembagian maka kerjakan yang depan dahulu.
Contoh ;
a. 12 x 5 : 6 =
= 60 : 6
= 10
b. 28 : 7 x 5 =
= 4 x 5
= 20
3.
Apabila terdapat operasi
penjumlahan dan pengurangan dalam satu soal maka kerjakan yang depan dahulu.
a. 25 + 15 – 12 =
= 40 – 12
= 38
b. 25 – 14 + 15 =
= 11 + 15
= 26
4.
Apabila dalam satu soal terdapat
operasi perkalian / pembagian dan penjumlahan / pengurangan maka kerjakan dulu
yang perkalian/ pembagian kemudian penjumlahan / pengurangan.
Contoh :
a.
3 + 7 x 2 =
= 3 + 14
= 17
b.
45 : 5 – 6 =
= 9 – 6
= 3
Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku. Kaidah itu meliputi unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat), memperhatikan EYD, serta cara memilih kata (diksi) yang sesuai KBBI. Kalimat efektif merupakan kalimat yang mudah dipahami oleh orang lain dengan tepat tanpa merubah arti sehingga apa yang kita sampaikan akan sesuai dengan persepsi kita.
CIRI KALIMAT EFEKTIF
Contoh Kalimat Efektif
Semua hadirin yang berbahagia, marilah kita sambut
Bapak Seno selaku Ketua RT 02.
Perbaikan : kata “ Semua “ dihilangkan sehingga
menjadi “ Hadirin yang berbahagia, marilah kita sambut Bapak Seno selaku Ketua
RT 02.”
Para tamu undangan harap antri dalam mengambil makanan
kecil.
Perbaikan : mengganti kata “antri” dengan “ antre”.
AKULTURASI BUDAYA
Akulturasi budaya adalah pencampuran dua atau lebih budaya
yang berbeda yang tumbuh dan berkembang tanpa menghapus budaya lama.
Penyebab akulturasi
ü
Kontak social
ü
Kontak antar budaya
ü
Pemaksaan
ü
Perdamaian
Contoh akulturasi budaya
ASIMILASI BUDAYA
Asimilasi budaya adalah meleburnya dua budaya atau
lebih dan menghasilkan budaya baru.
Penyebab Asimilasi
Contoh Asimilasi
Agama hindu masuk ke Indonesia melalui para pedagang
(kaum Waisya) negeri India dan juga melalui pendeta ( Kaum Brahmana).
KERAJAAN HINDU DI INDONESIA
KERAJAAN BUDHA DI INDONESIA
1. Kerajaan Sriwijaya : Pusatnya ada di Palembang Sumatra Selatan. Raja
terkenal Balaputra Dewa dan pernah menjadi pusat agama Budha Dunia. Dijuluki
sebagai kerajaan maritim dan Kerajaan Nasional pertama. Prasastinya Kedukan
Bukit
2. Kerajaan Mataram Budha : berpusat di Jogjakarta dengan
peninggalan Candi Borobudur
KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
1. Kerajaan Samudra Pasai
Didirikan
oleh Sultan Malik As Shaleh di Lhoksumawe Aceh. Peninggalannya Masjid
Baiturrohman
2. Kerajaan Aceh
Mencapai
kejayaan pada saat dipimpin Sultan Iskandar Muda. Peninggalannya monument
Darussalam
3. Kerajaan demak
Didirikan
oleh Raden Patah di Demak Jawa Tengah. Dibantu wali songo dalam penyebaran
agama Islam di Jawa. Anak raden Patah adalah Adipati Unus yang dikenal dengan
sebutan Pangeran Sabrang Lor
4. Kerajaan Mataram Islam
Didirikan
oleh Sutawijawa di kota Gede Jogjakarta. Mencapai kejayaan saat dipimpin Sultan
Agung Hanyokrokusumo. Mataram islam pecah menjadi 2 yaitu Kesultanan Yogyakarta
yang dipimpin Sri Sultan Hamengkubuwono dan Kasunanan Surakarta yang dipimpin
oleh Pakubuwono
5. Kerajaan Banten
Didirikan
oleh Sultan Hasanuddin di Banten. Raja terkenal adalah Sultan Ageng Tirtayasa
karena melawan penjajah Belanda / VOC
6. Kerajaan ternate
Mencapai
kejayaan saat dipimpin Sultan Baabulah. Kerajaan ini sangat maju di bidang
perdagangan Rempah – rempah dan pelayaran.
7. Kerajaan Tidore
Kerajaan
ini terletak di Maluku dan mencapai kejayaan pada masa Sultan Nuku karena
berhasil menyatukan Ternate dan Tidore
8. Kerajaan Gowa
Terletak di
Maluku dan mencapai kejayaan pada masa Sultan Hasanuddin yang bergelar Ayam
Jantan dari Timur
Peningalan Kerajaan Hindu _ Budha dan Islam
- Prasasti : merupakan peringatan, pengumuman yang ditulis diatas batu, logam ataupun daun.
- Arca : merupakan patung yang menyerupai manusia / hewan
- Candi : bangunan dari batu untuk ritual ibadah. Candi ada 2 yaitu candi hindu ( struktur sederhana, dan ramping ) serta candi Budha ( lebar dan tidak terlalau tinggi)
- Kitab : merupakan karangan, kisah atau cerita tentang suatu peristiwa. Kitab nagarakertagama yang didalamnya ada istilah PANCASILA. Kitab sutasoma yang didalamnya ada istilah bhinineka tunggal ika.
- Stupa : merupakan atap candi yang berbentuk seperti tutup.
- Makam : kuburan
- Masjid
- Kaligrafi : seni menulis dalam islam
- Keraton : tempat tinggal raja dan keluarganya
- Seni ukir
Peninggalan
Masa Perjuangan NKRI
1. Dokumen / Arsip : dikelola oleh Lembaga Arsip Nasional Republik
Indonesia
2. Gedung
3. Benteng : tempat berlindung dari ancaman dan serangan
musuh.
4. Monument : bangunan bersejarah yang dibuat untuk
mengenang seseorang / peristiwa
5. Museum : tempat menyimpan semua benda bersejarah
Tembang mocopat yaiku tembang kang urutane nomer 4. Jeneng liyane tembang mocopat yaiku sekar alit. Tembang mocopat ana 11.
Jenis – jenis tembang mocopat
- Maskumambang
- Mijil
- Kinanthi
- Gambuh
- Sinom
- Pangkur
- Durma
- Dhandang gula
- Asmarandhana
- Pocong
- Megatruh
PAUGERAN TEMBANG MOCOPAT
- Guru Lagu : tibaning suwara sak pungkasane lagu
- Guru wilangan : cacahing wanda saben sak gatra
- Guru gatra : cacahing baris saben sak pada
4. Pada : Bait ing tembung macapat
PAUGERAN TEMBANG GAMBUH
Guru Gatra :
4
Guru Wilangan : 7 – 10 – 12 – 8 – 8
Crita rakyat yaiku cerita kang berkembang ing
sawijining tlatah kanti turun temurun.
Titikan / Ciri – ciri crita rakyat
Unsur Crita Rakyat
1. Tema / Judul
2. Paraga : tokoh ing sawijining crita
Paraga Protagonist : Apik budine
Paraga Antagonis : elek / Ala budine
3. Alur : dalane crita, biasane allure maju
4. Latar : papan panggonan crita / wektu kedadeane crita
5. Amanat : pitutur ing sawijining crita
Jenising Crita Rakyat
NGERINGKES CERITA RAKYAT
Ngeringes yaiku tulisan cekak / cendak saka cerita
asline nanging tetep urut.
Carane ngeringkes cerita rakyat
1. Maca
2. Ngerteni isine
3. Nulis ringkesan
UNGGAH UNGGUH BASA JAWA
1. Ngoko Lugu : dikanggoake bocah karo bocah utowo sing sak umuran
2. Ngoko alus : basa ngoko kecampur karma inggil. Dikanggoake wong sing wes
akrab nanging isih due rasa ngajeni/ menghormati.
3. Krama lugu : basa karma sing gunakake wuwuhan basa ngoko. Digunakake
marang wong sing urung akrab / urung kenal.
4. Krama inggil : basa sing paling duwur. Digunakake wong enom marang wong
tuwo.
Assalamualaikum
warahmatullohi wabarakatuh
Dewan juri inkang kulo hormati, kanca – kanca ingkang kulo
tresnani. Wonten dinten menika kulo badhe ngaturaken dongeng cerita rakyat
saking Jwata Tengah ingkang judulipun Timun Mas. Konca – konco sampun nate mireng
dongeng Timun Mas ? maonggo sami dipun mirengaken !
Timun Mas
Rikala jaman rumiyen ing
dhusun sapinggiripun wana wontenpiyantun putri ingkang sampun sepuh yuswanipun.
Mboten kagungan putra, gesang piyambakan, Mbok Srindil asmanipun. Padamelan
Mbok Srindil pados kayu bakar dhateng wana, lajeng dipun sade dhateng peken.
Hasil saking kayu bakar kalawan, namung cekap kangge nedha sabendintenipun.
Sawijining dinten Mbok Srindhil ketingal sayah lenggah sela ageng wonten ing
satengahing wana. Mbok Srindhil ketingal sedhihlan nyenyuwun dhumateng Gusti
ingakang Maha Kuaos. “ Duh Gusti ... panjenengan paringi kawelasan dhumateng
kulo, mugi panjenengan paringi putra supados dados rencang gesang kulo). Wekdal
Mbok Srindhil ngalamun, dumadaan wonten swanten gembludhug. Mbok Srindhil kaget
bilih swanten menika suwanten Reseksa ageng ingkang awon rupanipun. Reseksa
nyaketi Mbok Srindhil, ucape reseksa mekaten ( “Hee Mbok Srindhil, apa sing
mbok pikir kok katon susah? Hemmm....”). Mbok Srindhil lajeng njawab (“
Raseksa, uripku sepi, amarga ora duwe kanca. Kuwi sing ndadekake pikiranku
susah”). Raseksa banjur ngomong (“ Hee ... Mbok Srindhil yen koe pengen duwe
kanca utawa anak, awakmu tak wenehi iki”). Reseksa menehi barang kang awujud
isi timun banjur buto ijo ngomong (“ iki tanduren neng kebonmu. Mengko yen
timun wayahe mateng, ing njero timun ana bayine. Nanging yen bocah mau umur 6
th bakal tak dadekne pangananku”). Amargi reseksa niku panganane daging
manungsa. Mbok Srindhil tanpa dipenggalih malih nyanggupi janjinipun Reseksa
menika. (“ ya Reseksa... yen mengkono karepmu, aku manut”). Raseksa lajeng
kesah saking dalemipun mbok Srindhil.
Sawentawis wekdal, wiji timun ingkang dipun tanem mbok
Srindhil sampun awoh. Salah satunggale awujud timun ageng arupi kuning ingkang
ndadosaken gumunipun mbok Srindhil. Sak sampunipun timun menika sepuh, Mbok
Srindhil methik timun dipun asta kondor. Timun dipun sigar alon – alon, mbok
Srindhil kaget. Timun ingkang dipun sigar jumedhul jabang bayi putri ingkang
ayu rupanipun. Jabang bayi menika dipun paringi asma Timun Mas. Sang saya
ageng, Timun mas dados lare ingkang ayu, sehat, trampil, cekatan, ugi bekti
dhateng tiang sepuh. Nanging menawi emut janji Reseksa rikala semanten, Mbok
Srindhil sedhih. Amargi yuswa Timun Mas sampun meh 6 th. Dhumadaan wonten
swanten dhug... dhug Raseksa nagih janjinipun. (“Hee Mbok Srindhil...aku nagih
janji. Anakmu wis wayahe dadi pangananku. Anakmu mesti wes enek banget daginge
“). Mbok Srindhil mangsuli (“Reseksa, nanging kowe kudu sabar, amargi bocah kui
durung gedhe, durung enak daginge. Entenono 2 th meneh, mengko dak pasrahke
kowe”). (“ Ya Mbok Srindhil, yen koe ngapusi, kowe bakal dak pateni lan dadi
dadi pangananku”). Saben dhinten Mbok Srindhil nyuwun dhumateng Gusti ingkang
Maha Kuwaos. (“ Duh Gusti .... kulo nyuwun dhateng panjenengan Gusti... mugi –
mugi Timun Mas mboten dados pangananipun Reseksa Gusti... nyuwun pitulangan
panjenenganipun Gusti...”).
Dalunipun Mbok Srindhil ngimpi kepanggih pawongan ingkang
ngagem sarwo pethak lan ngendhika dhateng mbok Srindhil. (“ Mbok Srindhil, aja
susah, yen Reseksa teko ing papanmu, timun Mas gawanana barang 4 cacahe.
1.
Isi timun
2.
Jarum
3.
Uyah
4.
Trasi
Barang mengko diuncalne
Reseksa yen Timun Mas kahanane kepeksa”.) mbok Srindhil nyanggupi sedaya mau.
Ngepasi wekdal ingkang sampun dijanjekaken Reseksa, Timun Mas sampun diparingi
sekawan barang kalawau. Kaliyan mbok Srindhil. Wekdal Reseksa dumugi, timun Mas
didhawuhi mlajar dene mbok Srindhil. (“ enggal mlayu Timun Mas, slametno
awakmu”). Reseksa terus nguber Timun Mas . (“Timun Mas... mandheg Timun Mas
....”). sak sampunipun reseksa meh kecandhak, timun mas nyebar isi timun.
Dumadaan dados kebon timun ingkang rengket. Raseska dadi alon playunipun,
amergo mondhag mandeg kaleh maem timun menika. Sak sampunipun timun telas,
reseksa nggacar timun mas meleh. Sak sampunipun saya caket, Timun mas nyebar
jarum. Dhumadaan jarum wau dados alas deling ingkang lancip – lancip, ingkang
nganggu playunipun reseksa. Sak sampunipun timun mas meh kecandhak maleh, Timun
mas nyebar sarem. Dhumadakan sarem menika dados segara. Reseksa sempoyongan meh
kerem wonten segara. Akhiripun dhumugi pinggir segara. Reseksa mlajar nggacar
Timun mas. Timun mas banjur mbalangake trasi ing sak tengahipun toya. Trasi dados
lahar ingkang benter sanget. Akhiripun reseksa kelem ing wonten lahar menika. (“
duh Gusti, mboten wonten ingkang saget paring pitulungan kejawi namung
panjenengan Gusti .... Alhamdulillah reseksa sampun pejah Gusti”). Kanthi pejahipun
reseksa timun mas slamet lan gesang kaliyan mbok Srindhil kanti tentrem.
Menika kala wau dewan juri lan kanca – kanca sedaya
dongenge Timun mas ingkang saget kulo aturaken. Saking dongen menika, wonten
petuah – petuah kangge kulo lan kanca – kanca inggih menika, sedaya tumindhak
ingkang awon mesthi bakal sirna, kulo lan panjengan namung saget nyuwun pitulungan
dhumateng Gusti ingkang maha kuaos kemawon.
Kula kinten cekap sementen dongeng ingkang saget kulo
aturaken, menawi wonten kalepatan anggen kulo matur, kulo nyuwun pangapunten.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.