Sunday, February 26, 2023

MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA

MANFAAT KEBERAGAMAN BUDAYA

  1.       Agar budaya tidak punah
  2.      Memperkaya budaya nasional
  3.      Agar dikenal banyak orang/ ikon pariwisata
  4.      Membuat orang lain terpesona
  5.      Sebagai hiburan
  6.      Menumbuhkan nasionalisme

CARA MELESTARIKAN BUDAYA

  1.       Saling menghargai dan menghormati budaya lain
  2.       Mempelajari budaya lain
  3.       Melaksanakan budaya dengan sungguh – sungguh
  4.       Mengadakan karnaval / pawai budaya
  5.       Mengadakan pentas budaya

ISTILAH ISTILAH

  1. Chauvinisme : sikap cinta tanah air yang berlebihan sehingga menjelekkan negara lain
  2. Primordialisme : paham yang membawa hal-hal yang melekat sejak kecil.
  3. Etnosentrisme : sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan budaya lain.

Sunday, February 19, 2023

PUISI

 

Puisi adalah karya sastra yang ditulis dengan bahasa yang indah.

Ciri – ciri puisi

Ditulis dalam bentuk bait

Adanya diksi / pemilihan kata

Menggunakan majas / gaya Bahasa

 

Unsur Intrinsik Puisi ( unsur yang ada didalam puisi)

Tema

Diksi ( pemilihan kata)

Imajinasi

Gaya Bahasa (Majas)

Rima (kesamaan bunyi akhir)

Bunyi

Rasa

Nada ( sikap penyair kepada pembaca)

Amanat ( pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca)

 

Unsur Ekstrinsik ( unsur yang berasal dari pegarang Puisi)

Unsur historis ( berasal dari latar belakang apa pengarangnya)

Unsur psikologis ( keadaan pembaca saat menulis puisi apakah jiwanya bahagia atau tidak serta mentalnya)

Contoh Puisi

Senja yang indah

Keemasan cahaya di cakrawala

Di ufuk barat saat hari mulai senja

Terbelalak mata saat memandangnya

Keindahan dari sang maha pencipta

 

Sang surya bersiap untuk tenggelam

Menjemput mesra ketenangan malam

Meneguk cahaya dalam-dalam

Menyempurnakan keindahan malam

 

Lembayung indah tampak kekuningan

Gradasi warna bagaikan lukisan

Di sudut langit yang tipis berawan

Hiasan terbesar sepanjang zaman

 

Identifikasi

Jumlah baris : 12 baris

Jumlah Bait : 3

Tema : kenampakan alam

Diksi : warna senja = keemasan

           Lagit = cakrawala

           Sang surya = Matahari

           Tempat terbenam = ujung langit

Majas

Personifikasi : meneguk cahaya dalam – dalam, Sang surya bersiap untuk tenggelam, menjemput mesra ketenangan malam

Metafora : sudut langit = tempat terbenam

Rima : aaaa

Amanat : keindahan alam saat matahari terbenam

Tuesday, February 14, 2023

SISTEM PEMERINTAHAN DAERAH

 

1.         Desa / Kelurahan

Desa / Kelurahan merupakan system pemerintahan terendah di Indonesia. Perbedaan antara desa dan kelurahan terletak pada bagaimana menentukan pemimpinnya. Pemerintah Desa dipimpin oleh kepala desa yang dipilih melalui PIKADES setiap 6 tahun sekali. Sedangkan untuk kelurahan dipimpin oleh Lurah yang ditunjuk langsung oleh Bupati.

2.        Kecamatan

Kecamatan terdiri atas beberapa desa/ kelurahan. Kecamatan dipimpin oleh seorang Camat yang dipilih oleh Bupati. Fasilitas public tingkat kecamatan : pasar, puskesmas, terminal, kapolsek, koramil dll.

 

3.        Kabupaten

Kabupaten terdiri atas beberapa kecamatan. Kabupaten dipimpin oleh seorang Bupati yang dipilih melalui PILKADA yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Bupati wonogiri saat ini adalah Joko Sutopo. Fasilitas public di kabupaten : RSUD, Kapolda, Kantor Dinas

4.        Provinsi

Provinsi terdiri atas beberapa kabupaten / kota. Provinsi dipimpin oleh seorang Gubernur yang dipilih melalui PILKADA setiap 5 tahun sekali.

Friday, February 10, 2023

HITUNGAN CAMPUR

 

Langkah – langkah

1.          Kerjakan dulu yang terdapat tanda kurung / (……)

Contoh ;   2 x ( 3 + 10 ) =

             = 2 x ( 13 )

             = 26

2.         Kerjakan yang memiliki operasi perkalian atau pembagian. Apabila dalam satu soal terdapat tanda operasi perkalian dan pembagian maka kerjakan yang depan dahulu.

Contoh ; 

a.  12 x 5 : 6 =

      = 60 : 6

      = 10

b.  28 : 7 x 5 =

= 4  x 5

= 20

3.         Apabila terdapat operasi penjumlahan dan pengurangan dalam satu soal maka kerjakan yang depan dahulu.

a.  25 + 15 – 12  =

     = 40 – 12

     = 38

b.  25 – 14  + 15 =

= 11 + 15

= 26

4.        Apabila dalam satu soal terdapat operasi perkalian / pembagian dan penjumlahan / pengurangan maka kerjakan dulu yang perkalian/ pembagian kemudian penjumlahan / pengurangan.

Contoh :

a.         3 + 7 x 2 =

= 3 + 14

= 17

b.        45 : 5 – 6 =

= 9 – 6

= 3

KALIMAT EFEKTIF

     Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku. Kaidah itu meliputi  unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat), memperhatikan EYD, serta cara memilih kata (diksi) yang sesuai KBBI. Kalimat efektif merupakan kalimat yang mudah dipahami oleh orang lain dengan tepat tanpa merubah arti sehingga apa yang kita sampaikan akan sesuai dengan persepsi kita.


CIRI KALIMAT EFEKTIF

  1. Memuat unsur kalimat ( subyek, predikat dan objek)
  2. Hemat kata / tidak terlalu panjang dan menghindari kemubaziran kata
  3. Tidak menggunakan pengulangan subjek dan kata kerja serta sinonim kata
  4. Makna tepat
  5. Kelogisan Bahasa
  6. Sesuai EYD dan KBBI

 

Contoh Kalimat Efektif

Semua hadirin yang berbahagia, marilah kita sambut Bapak Seno selaku Ketua RT 02.

Perbaikan : kata “ Semua “ dihilangkan sehingga menjadi “ Hadirin yang berbahagia, marilah kita sambut Bapak Seno selaku Ketua RT 02.”

Para tamu undangan harap antri dalam mengambil makanan kecil.

Perbaikan : mengganti kata “antri” dengan “ antre”.

Menghilangkan kata “Para” sehingga menjadi “ Tamu undangan harap antre dalam mengambil makanan kecil”

Sunday, February 5, 2023

AKULTURASI DAN ASIMILASI BUDAYA INDONESIA

 

AKULTURASI BUDAYA

Akulturasi budaya adalah pencampuran dua atau lebih budaya yang berbeda yang tumbuh dan berkembang tanpa menghapus budaya lama.

Penyebab akulturasi

ü Kontak social

ü Kontak antar budaya

ü Pemaksaan

ü Perdamaian

Contoh akulturasi budaya

  • Bangunan : candi prambanan, candi Borobudur, dan masjid yang bernuansa tionghoa
  • Kesenian : wayang, tari cokek dan lenong
  • Kuliner : lontong imlek

ASIMILASI BUDAYA

Asimilasi budaya adalah meleburnya dua budaya atau lebih dan menghasilkan budaya baru.

Penyebab Asimilasi

  • Perkumpulan masyarakat
  • Interaksi masyarakat

Contoh Asimilasi

  • Penggunaan kosa kata sehari hari : Sabtu – saptu, Ahad - minggu 
  • Pernikahan antar etnis
  • Music dangdut dan hip hop
  • Pakaian : baju koko
PENGARUH KONDISI GEOGRAFIS TERHADAP MATA PENCAHARIAN PENDUDUK

Kondisi alam daerah tempat tinggal penduduk dangat mempengaruhi mata pencaharian mereka. Contoh  penduduk yang tinggal didaerah pantai berprofesi sebagai nelayan, penduduk daerah dataran tinggi berprofesi sebagai petani sayuran dan penduduk perkotaan yang rata rata menjadi buruh. 

Thursday, February 2, 2023

KERAJAAN HINDU - BUDHA DAN ISLAM DI INDONESIA

 

Agama hindu masuk ke Indonesia melalui para pedagang (kaum Waisya) negeri India dan juga melalui pendeta ( Kaum Brahmana).

KERAJAAN HINDU DI INDONESIA

  1.       Kerajaan kutai : terletak di Kalimantan timur. Raja terkenal Raja Mulawarman   yang ditandai dengan prasasti Yupa
  2.       Kerajaan Tarumanegara : terletak di Jawa Barat. Raja terkenal : Purnawarman   yang ditandai dengan prasasti Ciaruteun
  3.       Kerajaan Kalingga ; ada di Jawa Tengah yang dipimpin Ratu Shima
  4.       Kerajaan Mataram hindu : ada di Jogjakarta dipimpin oleh raja Sanjaya dengan   candi Prambanan
  5.       Kerajaan Kediri : ada di Jawa Timur dengan raja Jayabaya dan kertajaya
  6.       Kerajaan Singasari : ada di Jawa Timur dengan raja Ken Arok dan Kertanegara
  7.       Kerajaan  Majapahit : Pusatnya ada di Mojokerto Jawa Timur yang dipimpin oleh raja Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada dengan sumpah Palapa


KERAJAAN BUDHA DI INDONESIA

1.  Kerajaan Sriwijaya : Pusatnya ada di Palembang Sumatra Selatan. Raja terkenal Balaputra Dewa dan pernah menjadi pusat agama Budha Dunia. Dijuluki sebagai kerajaan maritim dan Kerajaan Nasional pertama. Prasastinya Kedukan Bukit

2. Kerajaan Mataram Budha : berpusat di Jogjakarta dengan peninggalan Candi Borobudur

 

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

1.  Kerajaan Samudra Pasai

Didirikan oleh Sultan Malik As Shaleh di Lhoksumawe Aceh. Peninggalannya Masjid Baiturrohman

2.  Kerajaan Aceh

Mencapai kejayaan pada saat dipimpin Sultan Iskandar Muda. Peninggalannya monument Darussalam

3.  Kerajaan demak

Didirikan oleh Raden Patah di Demak Jawa Tengah. Dibantu wali songo dalam penyebaran agama Islam di Jawa. Anak raden Patah adalah Adipati Unus yang dikenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor

4.  Kerajaan Mataram Islam

Didirikan oleh Sutawijawa di kota Gede Jogjakarta. Mencapai kejayaan saat dipimpin Sultan Agung Hanyokrokusumo. Mataram islam pecah menjadi 2 yaitu Kesultanan Yogyakarta yang dipimpin Sri Sultan Hamengkubuwono dan Kasunanan Surakarta yang dipimpin oleh Pakubuwono

5.  Kerajaan Banten

Didirikan oleh Sultan Hasanuddin di Banten. Raja terkenal adalah Sultan Ageng Tirtayasa karena melawan penjajah Belanda / VOC

6.  Kerajaan ternate

Mencapai kejayaan saat dipimpin Sultan Baabulah. Kerajaan ini sangat maju di bidang perdagangan Rempah – rempah dan pelayaran.

7.  Kerajaan Tidore

Kerajaan ini terletak di Maluku dan mencapai kejayaan pada masa Sultan Nuku karena berhasil menyatukan Ternate dan Tidore

8.  Kerajaan Gowa

Terletak di Maluku dan mencapai kejayaan pada masa Sultan Hasanuddin yang bergelar Ayam Jantan dari Timur

 

 

Peningalan Kerajaan Hindu _ Budha dan Islam

  1. Prasasti : merupakan peringatan, pengumuman yang ditulis diatas batu, logam ataupun daun.
  2. Arca : merupakan patung yang menyerupai manusia / hewan
  3. Candi : bangunan dari batu untuk ritual ibadah. Candi ada 2 yaitu candi hindu ( struktur sederhana, dan ramping ) serta candi Budha ( lebar dan tidak terlalau tinggi)
  4. Kitab : merupakan karangan, kisah atau cerita tentang suatu peristiwa. Kitab nagarakertagama yang didalamnya ada istilah PANCASILA. Kitab sutasoma yang didalamnya ada istilah bhinineka tunggal ika.
  5. Stupa : merupakan  atap candi yang berbentuk seperti tutup.
  6. Makam : kuburan
  7. Masjid
  8. Kaligrafi : seni menulis dalam islam
  9. Keraton : tempat tinggal raja dan keluarganya
  10. Seni ukir

 

Peninggalan Masa Perjuangan NKRI

1.  Dokumen / Arsip : dikelola oleh Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia

2. Gedung

3. Benteng : tempat berlindung dari ancaman dan serangan musuh.

4. Monument : bangunan bersejarah yang dibuat untuk mengenang seseorang / peristiwa

5. Museum : tempat menyimpan semua benda bersejarah

TEMBANG MOCOPAT GAMBUH

Tembang mocopat yaiku tembang kang urutane nomer 4. Jeneng liyane tembang mocopat yaiku sekar alit. Tembang mocopat ana 11.

Jenis – jenis tembang mocopat

  1. Maskumambang
  2. Mijil
  3. Kinanthi
  4. Gambuh
  5. Sinom
  6. Pangkur
  7. Durma
  8. Dhandang gula
  9. Asmarandhana
  10. Pocong
  11. Megatruh

PAUGERAN TEMBANG MOCOPAT

  1. Guru Lagu : tibaning suwara sak pungkasane lagu
  2. Guru wilangan : cacahing wanda saben sak gatra
  3. Guru gatra : cacahing baris saben sak pada

                             4. Pada : Bait ing tembung macapat

PAUGERAN TEMBANG GAMBUH

Guru Gatra        : 4

Guru Wilangan : 7 – 10 – 12 – 8 – 8

     Guru Lagu         : u – u – i – u – o
     
    TUGAS BAHASA JAWA LKS HAL 16 " Ayo Gladen 1" dan LKS Hal 17 "Ayo Gladen 2" 



CRITA RAKYAT

 


Crita rakyat yaiku cerita kang berkembang ing sawijining tlatah kanti turun temurun.

Titikan / Ciri – ciri crita rakyat

  1.  Anonim : Mboten enten pangarange
  2. Kolektif : dimangerteni / diduweni kabeh uwong
  3. Imajinatif ; khayalan, ngapusi
  4. Gethok tular : ora ditulis maksute disebarne nganggo lisan
  5. Nasehat
  6. Statis : tetep ora maleh

Unsur Crita Rakyat

1.  Tema / Judul

2.  Paraga : tokoh ing sawijining crita

          Paraga Protagonist : Apik budine

          Paraga Antagonis : elek / Ala budine

3.  Alur : dalane crita, biasane allure maju

4.  Latar : papan panggonan crita / wektu kedadeane crita

5.   Amanat : pitutur ing sawijining crita

Jenising Crita Rakyat

  1. Legendha  cerita kedadeyane panggonan. Tuladha : asal usul wonogiri
  2. Mitos : cerita kang hubungane karo lelelmbut / bangsa jin. Tuladha : Nyai Roro Kidul
  3. Fable : crita kewan
  4. Dongeng : cerita kang ora nyata angtarane menungsa karo kewan utowo makhluk liyane. Tuladha :Timun Mas
  5. Sage : crita kepahlawanan. Tuladha : Sawung Galing, Jaka Tingkir.

 

NGERINGKES CERITA RAKYAT

Ngeringes yaiku tulisan cekak / cendak saka cerita asline nanging tetep urut.

Carane ngeringkes cerita rakyat

1.  Maca

2.  Ngerteni isine

3.  Nulis ringkesan

 

UNGGAH UNGGUH BASA JAWA

     1.   Ngoko Lugu : dikanggoake bocah karo bocah utowo sing sak umuran

   2.  Ngoko alus : basa ngoko kecampur karma inggil. Dikanggoake wong sing wes akrab nanging isih due rasa ngajeni/ menghormati.

    3.  Krama lugu : basa karma sing gunakake wuwuhan basa ngoko. Digunakake marang wong sing urung akrab / urung kenal.

   4.  Krama inggil : basa sing paling duwur. Digunakake wong enom marang wong tuwo.

Friday, April 22, 2022

 

Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh

          Dewan juri inkang kulo hormati, kanca – kanca ingkang kulo tresnani. Wonten dinten menika kulo badhe ngaturaken dongeng cerita rakyat saking Jwata Tengah ingkang judulipun Timun Mas. Konca – konco sampun nate mireng dongeng Timun Mas ? maonggo sami dipun mirengaken !

Timun Mas

Rikala jaman rumiyen ing dhusun sapinggiripun wana wontenpiyantun putri ingkang sampun sepuh yuswanipun. Mboten kagungan putra, gesang piyambakan, Mbok Srindil asmanipun. Padamelan Mbok Srindil pados kayu bakar dhateng wana, lajeng dipun sade dhateng peken. Hasil saking kayu bakar kalawan, namung cekap kangge nedha sabendintenipun. Sawijining dinten Mbok Srindhil ketingal sayah lenggah sela ageng wonten ing satengahing wana. Mbok Srindhil ketingal sedhihlan nyenyuwun dhumateng Gusti ingakang Maha Kuaos. “ Duh Gusti ... panjenengan paringi kawelasan dhumateng kulo, mugi panjenengan paringi putra supados dados rencang gesang kulo). Wekdal Mbok Srindhil ngalamun, dumadaan wonten swanten gembludhug. Mbok Srindhil kaget bilih swanten menika suwanten Reseksa ageng ingkang awon rupanipun. Reseksa nyaketi Mbok Srindhil, ucape reseksa mekaten ( “Hee Mbok Srindhil, apa sing mbok pikir kok katon susah? Hemmm....”). Mbok Srindhil lajeng njawab (“ Raseksa, uripku sepi, amarga ora duwe kanca. Kuwi sing ndadekake pikiranku susah”). Raseksa banjur ngomong (“ Hee ... Mbok Srindhil yen koe pengen duwe kanca utawa anak, awakmu tak wenehi iki”). Reseksa menehi barang kang awujud isi timun banjur buto ijo ngomong (“ iki tanduren neng kebonmu. Mengko yen timun wayahe mateng, ing njero timun ana bayine. Nanging yen bocah mau umur 6 th bakal tak dadekne pangananku”). Amargi reseksa niku panganane daging manungsa. Mbok Srindhil tanpa dipenggalih malih nyanggupi janjinipun Reseksa menika. (“ ya Reseksa... yen mengkono karepmu, aku manut”). Raseksa lajeng kesah saking dalemipun mbok Srindhil.

          Sawentawis wekdal, wiji timun ingkang dipun tanem mbok Srindhil sampun awoh. Salah satunggale awujud timun ageng arupi kuning ingkang ndadosaken gumunipun mbok Srindhil. Sak sampunipun timun menika sepuh, Mbok Srindhil methik timun dipun asta kondor. Timun dipun sigar alon – alon, mbok Srindhil kaget. Timun ingkang dipun sigar jumedhul jabang bayi putri ingkang ayu rupanipun. Jabang bayi menika dipun paringi asma Timun Mas. Sang saya ageng, Timun mas dados lare ingkang ayu, sehat, trampil, cekatan, ugi bekti dhateng tiang sepuh. Nanging menawi emut janji Reseksa rikala semanten, Mbok Srindhil sedhih. Amargi yuswa Timun Mas sampun meh 6 th. Dhumadaan wonten swanten dhug... dhug Raseksa nagih janjinipun. (“Hee Mbok Srindhil...aku nagih janji. Anakmu wis wayahe dadi pangananku. Anakmu mesti wes enek banget daginge “). Mbok Srindhil mangsuli (“Reseksa, nanging kowe kudu sabar, amargi bocah kui durung gedhe, durung enak daginge. Entenono 2 th meneh, mengko dak pasrahke kowe”). (“ Ya Mbok Srindhil, yen koe ngapusi, kowe bakal dak pateni lan dadi dadi pangananku”). Saben dhinten Mbok Srindhil nyuwun dhumateng Gusti ingkang Maha Kuwaos. (“ Duh Gusti .... kulo nyuwun dhateng panjenengan Gusti... mugi – mugi Timun Mas mboten dados pangananipun Reseksa Gusti... nyuwun pitulangan panjenenganipun Gusti...”).

          Dalunipun Mbok Srindhil ngimpi kepanggih pawongan ingkang ngagem sarwo pethak lan ngendhika dhateng mbok Srindhil. (“ Mbok Srindhil, aja susah, yen Reseksa teko ing papanmu, timun Mas gawanana barang 4 cacahe.

1.     Isi timun

2.     Jarum

3.     Uyah

4.     Trasi

Barang mengko diuncalne Reseksa yen Timun Mas kahanane kepeksa”.) mbok Srindhil nyanggupi sedaya mau. Ngepasi wekdal ingkang sampun dijanjekaken Reseksa, Timun Mas sampun diparingi sekawan barang kalawau. Kaliyan mbok Srindhil. Wekdal Reseksa dumugi, timun Mas didhawuhi mlajar dene mbok Srindhil. (“ enggal mlayu Timun Mas, slametno awakmu”). Reseksa terus nguber Timun Mas . (“Timun Mas... mandheg Timun Mas ....”). sak sampunipun reseksa meh kecandhak, timun mas nyebar isi timun. Dumadaan dados kebon timun ingkang rengket. Raseska dadi alon playunipun, amergo mondhag mandeg kaleh maem timun menika. Sak sampunipun timun telas, reseksa nggacar timun mas meleh. Sak sampunipun saya caket, Timun mas nyebar jarum. Dhumadaan jarum wau dados alas deling ingkang lancip – lancip, ingkang nganggu playunipun reseksa. Sak sampunipun timun mas meh kecandhak maleh, Timun mas nyebar sarem. Dhumadakan sarem menika dados segara. Reseksa sempoyongan meh kerem wonten segara. Akhiripun dhumugi pinggir segara. Reseksa mlajar nggacar Timun mas. Timun mas banjur mbalangake trasi ing sak tengahipun toya. Trasi dados lahar ingkang benter sanget. Akhiripun reseksa kelem ing wonten lahar menika. (“ duh Gusti, mboten wonten ingkang saget paring pitulungan kejawi namung panjenengan Gusti .... Alhamdulillah reseksa sampun pejah Gusti”). Kanthi pejahipun reseksa timun mas slamet lan gesang kaliyan mbok Srindhil kanti tentrem.

          Menika kala wau dewan juri lan kanca – kanca sedaya dongenge Timun mas ingkang saget kulo aturaken. Saking dongen menika, wonten petuah – petuah kangge kulo lan kanca – kanca inggih menika, sedaya tumindhak ingkang awon mesthi bakal sirna, kulo lan panjengan namung saget nyuwun pitulungan dhumateng Gusti ingkang maha kuaos kemawon.

          Kula kinten cekap sementen dongeng ingkang saget kulo aturaken, menawi wonten kalepatan anggen kulo matur, kulo nyuwun pangapunten.

          Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.