Assalamualaikum sobat semua... Nah kali ini kita akan belajar menegenai teori belajar yang berkembang di dunia. Langsung saja berikut inimerupakan teori belajar BEHAVIORISTIK yang admin rangkum dari Modul Pedagogik yang dikeluarkan oleh Kemendikbud
1.
Pandangan Teori Belajar Behavioristik
Teori belajar behavioristik dikenal juga
dengan teori belajar perilaku, karena analisis yang dilakukan pada perilaku
yang tampak, dapat diukur, dilukiskan dan diramalkan. Belajar merupakan
perubahan perilaku manusia yang disebabkan karena pengaruh lingkungannya. Teori
ini memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap
lingkungannya (Schunk, 1986). Pengalaman dan pemeliharaan akan pengalaman
tersebut akan membentuk perilaku individu yang belajar. Dari hal ini, munculah
konsep “manusia mesin” atau Homo mechanicus (Ertmer & Newby, 1993).
Behavioristik memandang bahwa belajar
merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antar
stimulus dan respon (Robert, 2014). Sehingga, dapat kita pahami bahwa belajar
merupakan bentuk dari suatu perubahan yang dialami peserta didik dalam hal
kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi
antara stimulus dan respon. teori belajar ini sering disebut S-R (Stimulus –
Respon) psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh
ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Dengan
demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara
reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya.
2.
Implikasi Teori Belajar Behavioristik
Implikasi teori behavioristik dalam
kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti; tujuan
pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik peserta didik, media dan
fasilitas pembelajaran yang tersedia. Menurut teori ini pengetahuan telah
terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan,
sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan ke orang yang belajar atau
peserta didik. Peserta didik diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama
terhadap pengetahuan yang diajarkan. Tujuan pembelajaran menurut teori
behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagai
aktivitas “mimetic”, yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan kembali
pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes. Thorndike
(Schunk, 2012) kemudian merumuskan peran yang harus dilakukan guru dalam proses
pembelajaran, yaitu:
·
Membentuk kebiasaan peserta didik. Jangan
berharap kebiasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya.
·
Berhati-hati jangan sampai membentuk kebiasaan
yang nantinya harus diubah, karena mengubah kebiasaan yang telah terbentuk
adalah hal yang sangat sulit.
·
Jangan membentuk kebiasaan dengan cara yang
sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan.
·
Bentuklah kebiasaan dengan cara yang sesuai
dengan bagaimana kebiasaan itu akan digunakan.
No comments:
Post a Comment